SIARAN PERS: Diskusi Kesadaran Jalanan, Peluncuran Program Photo-Demos

PAMERAN FOTO, VIDEO DAN DISKUSI DARING “KESADARAN JALANAN” TANDAI PELUNCURAN PROGRAM PHOTO-DEMOS

Jakarta, 31 Oktober 2020 – Secara konsisten menjalankan pendidikan fotografi dan visual storytelling (bertutur secara visual) berbasis pada kemampuan berpikir kritis, PannaFoto Institute menggelar Pameran Foto, Video dan Diskusi Daring “Kesadaran Jalanan” bersama Erik Prasetya pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 pukul 16:00-17:30 WIB melalui Zoom Meeting. Dipandu oleh Ben Laksana dan Rara Sekar (Mentor Arkademy), acara ini mengupas fragmen perjalanan Erik Prasetya sebagai manusia dan fotografer yang merekam aksi massa pada Era Reformasi 98.

Kegiatan ini menandai peluncuran program Photo-Demos, sebuah inisiatif penggunaan fotografi dan visual storytelling (bertutur secara visual) untuk mempromosikan hak dan/atau kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagai unsur penting di dalam demokrasi dan hak asasi manusia. Diprakarsai oleh PannaFoto Institute dan bekerja bersama Kurawal Foundation, program ini menawarkan serangkaian kegiatan: pameran, diskusi, lokakarya, dan kuliah umum fotografi bagi publik.

Erik Prasetya, Fotografer tentang pilihan hidupnya: “Saya terlahir sebagai manusia, bukan terlahir sebagai fotografer. Maka, kemanusiaan saya jauh lebih penting daripada saya dapat foto. Kira-kira, kalau saya berhadapan dengan pilihan kemanusiaan atau foto, saya memilih kemanusiaan.”

Ng Swan Ti, Managing Director PannaFoto Institute: “Fotografer dan pewarta foto dapat memilih perannya dalam peristiwa-peristiwa bersejarah. Menjadi saksi melalui foto-foto yang mereka hasilkan, atau berdampingan dengan masyarakat sipil, secara sadar menjadi bagian dari pergerakan dan perubahan, turut menentukan tatanan politik untuk kehidupan bersama. Photo-Demos diharapkan menjadi pemantik percakapan-percakapan dan semangat perubahan agar terus menyala, tidak lantas padam dan terlupakan.

Darmawan Triwibowo, Executive Director Kurawal Foundation menyampaikan: “Sebagai sebuah gagasan, Photo-Demos mencoba menangkap semangat zaman dan menolak penundukan demokrasi. Institusi bisa tumbuh atau luruh, datang dan pergi, tapi demokrasi berdenyut bersama suara warga negara. Dia tidak akan bisa dilumpuhkan selama warga negaranya tidak memilih untuk bungkam.”

Dalam waktu dekat, program Photo-Demos akan membuka Panggilan Terbuka “Photo-Demos Challenge” bagi 3 (tiga) fotografer, pewarta foto, dan visual storyteller Indonesia untuk mengirimkan proposal cerita yang menyuarakan kepedulian mereka terhadap isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia. Gagasan yang terpilih akan dapat diwujudkan menjadi satu proyek fotografi.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi situs www.photodemos.org dan www.pannafoto.org, atau menghubungi:

Ng Swan Ti Managing Director PannaFoto Institute Taman Villa Baru A26, Bekasi P: +62 812 970 0802 E: swanti@pannafoto


Tentang Photo-Demos

Photo-Demos adalah inisiatif penggunaan fotografi dan visual storytelling (bertutur secara visual) untuk mempromosikan hak dan/atau kebebasan berpendapat dan berekspresi sebagai unsur penting di dalam demokrasi dan hak asasi manusia.

Diprakarsai oleh PannaFoto Institute dan bekerja bersama Kurawal Foundation, program ini menawarkan serangkaian kegiatan: pameran, diskusi, lokakarya, dan kuliah umum fotografi bagi publik.

Program Photo-Demos dapat terlaksana karena dukungan Open Society Foundations.

 

Tentang PannaFoto Institute

PannaFoto Institute (Panna) adalah organisasi non-profit yang berkomitmen untuk membangun budaya berpikir terbuka melalui pendidikan fotografi dan visual storytelling.

Berdiri pada tahun 2006 di Jakarta dengan dukungan awal dari World Press Photo Foundation, Panna berfungsi sebagai platform untuk pendidikan fotografi dan visual storytelling berbasis kemampuan berpikir kritis. Didasari pertimbangan relevansi keberadaan Panna sebagai institusi pendidikan dengan perkembangan ekosistem fotografi dan masyarakat Indonesia di era digital, maka pendiri, pengurus, dan beberapa lulusan Panna bersama-sama meninjau kembali visi, misi, dan tujuan organisasi. Dalam rapat pada tanggal 20 Agustus 2019 di Jakarta, peserta rapat merumuskan ulang visi organisasi yaitu “Menjadi institusi pendidikan fotografi dan visual storytelling yang berkualitas, dan membentuk insan kreatif yang berpikir terbuka”. 

Dalam perjalanan panjangnya, Panna telah menyelenggarakan beragam pelatihan, seminar, pameran foto, festival foto internasional dan menerbitkan buku foto. Salah satu keunggulan program pendidikan Panna adalah kemampuan para lulusannya untuk meraih prestasi serta bersaing di tingkat nasional dan global. Beberapa lulusan memberikan testimoni bahwa pendidikan Panna tidak hanya mengajarkan fotografi semata, melainkan menginspirasi dan mendorong perubahan pola pikir mereka.

Panna menjalin kerja sama dengan para mitra dalam menggunakan fotografi untuk melakukan advokasi dan membangun kesadaran publik atas isu-isu kritis seperti perubahan iklim dan politik identitas. Seiring dengan kiprah Panna di bidang pendidikan fotografi dan visual storytelling dalam kurun waktu lebih dari 13 tahun, kami telah bekerja dengan lembaga-lembaga nasional dan internasional serta ratusan individu berasal dari berbagai latar belakang budaya dan identitas.


NO STORY TOO SMALL